Informatics Forum

Archive for the ‘Opinion’ Category

Ilmu teknologi informasi sekarang sudah merambah banyak kalangan di seluruh dunia, khusus untuk kalangan anak-anak kita sebagai orang tua harus memberikan perhatian besar, karena mereka butuh pendamping, sebagaimana selayaknya orang tua mendampingi dan mendidik anak-anak.

Internet, Hampir semua apa yang dicari bisa didapatkan di dalam internet, tetapi khususnya di Indonesia masih belum jelasnya dan proteksi kepada kalangan dibawah umur masih diabaikan. Khususnya halaman situs yang memuat konten khusus dewasa. Di luar negeri, misal amerika, mereka mempunyai aturan yang tegas untuk membatasi anak dibawah umur membuka situs-situs dewasa. Tetapi pemerintah indonesia masih setengah hati menerapkannya. Setelah booming pemblokiran situs-situs dewasa di beberapa provider internet.

Games, beberapa hari lalu di TV dibahas pengaruh game yang mengandung kekerasan dengan pertumbuhan mental anak di lingkungannya. Kebanyakan hal ini mempengaruhi perkembangan mental dan cara berfikir seorang anak. Tapi ada juga game-game yang malah dianjurkan dimainkan oleh anak, karena mengandung unsur pendidikan dan petualangan yang bisa menggugah motivasi dan cara pandang berfikirnya.

Gambar and Video, Penggunaan gambar serta video juga sangat baik buat perkembangan otak anak, di mana diluar mungkin akan terbatasi oleh pergerakan dia, dengan melihat gambar dan video dia akan mendapatkan kosa kata warna, gambar, jenis barang dan gerak dan perilaku. Akan menjadi stimulus otak.

e-Learning, sudah banyak yang mengkreasikan model-model learning khusus untuk anak-anak dalam bentuk CD dan DVD yang memberikan visualisasi yang cocok buat pembelajaran si kecil.

Berikut uraian singkat software opensource yang sudah banyak digunakan

  1. Perangkat Lunak Perkantoran
    Open Office, keluaran Sun microsystem, bisa dipergunakan di semua sistem operasi. Paket open office adalah sebagai berikut :

    • Writer, modul ini semacam microsoft word untuk pengetikan dan pengolahan dokumen
    • Calc, modul ini semacam microsoft excel untuk perhitungan dan pengolahan data.
    • Impress, modul ini semacam microsoft powerpoint untuk membuat presentasi dan animasi grafis.
    • Draw, modul ini semacam microsoft visio untuk membuat diagram, gambar, flowchart.
    • Base, ini semacam database microsoft access dengan format database yang lebih umum bisa diakses di merek database yang lain.
    • Math, software ini semacam microsoft equation editor.
    • StarOffice Basic, Kalau di Microsoft Office dibekali dengan bahasa pemrograman Visual Basic for Application (VBA) kalau di openoffice didampingi StarOffice Basic untuk menambahi macro dan tambahan modul konfigurasi.

    Berikut software opensouce GNOME Office untuk keperluan perkantoran keluaran GNOME:

    • AbiWord :  Software pengolahan dokumen
    • Evolution : Untuk mail client semacam outlook
    • Gnumeric : Untuk management data spreadsheet
    • GNOME-DB :  software yang menyediakan database connectivity.
  2. Database
    • MySQL
    • Postgree SQL
  3. Sistem Operasi.
    • Redhat dan kerabatnya
    • Debian dan kerabatnya
    • Banyak jenisnya
  4. Desain Gambar,
    • GIMP, software ini diprakarsai oleh beberapa volenter yang tidak dibayar, sekarang sudah versi 2.6. Sangat layak dibandingkan dengan adobe photoshop dan freehand versi berbayar.
  5. Software Programming

Pada beberapa pilkada setelah pengumuman hasil perhitungan suara dan pengumuman pemenang pilkada, maka pihak yang kalah tidak menerima hasil perhitungan suara. Biasanya alasan yang dipakai adalah adanya penggelembungan suara, ketidaksesuaian data pemilih dan lain sebagainya yang berkaitan dengan data pemilih manual. Berapa banyak energi, waktu dan biaya akibat dari konflik pilkada berbasis data ini.

Pada beberapa pemda, terjadi kebingungan penentuan jumlah PNS di daerahnya karena setiap kali dilakukan pendataan selalu terjadi perbedaan jumlah. Belum lagi jumlah perkategori, kategori kesarjanaan atau kategori umur misalnya. Yang ini akan berimbas pada perhitungan penggajian.

Pada beberapa pemda, terjadi kesulitan dalam menyusun sebuah Perda karena minimnya peraturan manual yang dimiliki sementara akses ke sumber data peraturan tersebut tidak ada kecuali akses langsung yaitu mendatangi langsung sumber peraturan tersebut, itupun tidak bisa langsung diperoleh. Sehingga terjadi perda yang bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi.

Pada beberapa pemda, terjadi keterlambatan perhitungan anggaran karena perhitungan manual sering terjadi kesalahan perhitungan, baik itu perhitungan perencanaan anggaran, pelaksanaan anggaran ataupun pertanggungjawaban anggaran. Bahkan terjadi keterlambatan pengesahan anggaran karena lambatnya perhitungan manual tersebut.

Pada beberapa pemda, bahkan pemerintah pusat, kesulitan menetukan aset tetap yang dimilikinya mulai dari sejak lembaganya dibentuk sampai dengan sekarang ini karena sumber data manualnya, data anggaran dari sejak awal sampai data anggaran terakhir sudah tak tentu rimbanya.

Dan masih banyak lagi problem yang terjadi akibat prosesing data birokrasi yang masih bersifat manual. Proses manual rawan kesalahan. Apalagi proses koreksi manual juga kurang maksimal.

Sudah saatnya birokrasi pemerintahan pusat dan daerah menerapkan sistem komputer dalam prosesing datanya, mulai dari data personel, data anggaran, lalu lintas administrasi, lalu lintas peraturan, data aset, data hasil pembangunan dan lain sebagainya. Sistem komputer ini harus terkoneksi satu sama lain sehingga memudahkan komunikasi antar lembaga pemerintahan pusat dan daerah.

Dengan penerapan teknologi sistem komputer ini maka kesalahan manual akan bisa teratasi, diperoleh efektifitas dan efisiensi birokrasi serta akan memuaskan semua pihak karena kesemrawutan manual tidak akan ditemui lagi. Beberapa konflik pilkada akan teratasi. Aset negara bisa terselamatkan. Penilaian keuangan negara dan daerah tidak akan disclaimer lagi. Dan juga akan mempermurah biaya proses birokrasi.

Ini bukan teknologi canggih. Ini adalah teknologi yang biasa – biasa saja. Bahkan termasuk teknologi pasaran karena hampir semua lini swasta sudah menerapkannya. Tidak ada alasan bahwa teknologinya tidak bisa diterapkan di daerah.

Mengenai kesiapan SDM dan kesadaran pola pikir ini tidak perlu ditunggu – tunggu lagi. Bila dibiarkan berjalan alami maka tidak akan pernah siap. Apalagi banyak pihak yang sangat berkepentingan dengan segala kesemrawutan manual ini.

Malu rasanya melihat kesemrawutan manual birokrasi ini padahal dunia luar, swasta, BUMN, bahkan LSM sudah menikmati sistem elektronisasi. Birokrasi harus berbenah diri, jargon reformasi birokrasi jangan hanya sekedar kata – kata manis.

(written by caklaeohcaklae@yahoo.co.id)

Banyak komentar positif dilontarkan kepada program berbasis open source di masyarakat indonesia, selain opensource tidak menyalahi Undang-undang No 19 Tahun 2002 tentang HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) , dan idiom masyarakat bahwa opensource adalah program gratis tanpa ada lisensi berbayar serta karena open source dari arti dasarnya adalah kode yang terbuka, sehingga semua kode program aplikasi bisa dilihat, diedit dan diubah sesuai dengan kebutuhkan kita. Sehingga pemerintah Indonesia menggalakkan program EGOS.

Berikut ini postingan tentang kelemahan dari open source, hal ini untuk mengimbangi dan membuka wawasan masyarakat.

1. Support Berbayar dan Langka

Satu keyakinan bahwa software tidak akan ada masalah adalah keliru, dan ini adalah sebuah bencana jika kita sudah memakai program opensource untuk semua infrastruktur yang besar, dan ketika itu menemukan hole atau bug yang tidak ada yang paham. Maka langkah yang mungkin ditempuh adalah : searching problem solving di forum-forum, tanya sana sini. Jika tidak ketemu juga, kita bisa-bisa harus menganggarkan dana yang tidak sedikit untuk mendatangkan jasa konsultan dari pakar opensource tersebut.

Karen sebenernya opensource adalah sebuah modem bisnis yang berbeda dari software berbayar di awal dan dibatasi sebuah aturan lisensi.

Mungkin untuk skala kecil, anda tidak akan merasakan impack yang diakibatkan. Namun jika sudah melibatkan sistem yang sudah ada, data-data penting, kadang-kadang manajemen biasanya tidak akan ambil pusing, mending mencari yang berbayar sedikit mahal diawal, tetapi ada jaminan support dan problem solving yang akuntabel dari vendor. Dari pada mengorbankan data-data dan infrastruktur yang sudah terinstall hanya karena berorientasi penghematan dana di awal.

2. Versi Betha, Stabil dan unstabil.

Open source sangat erat kaitannya dengan versi dan kestabilan kualitas softwarenya, ini merupakan celah besar yang ditinggalkan baik disengaja atau tidak disengaja. Kepastian stabil dan tidak stabil kadang menjadi keraguan pilihan para petinggi IT untuk memilih software opensource.

Bayangkan saja, versi software yang terinstall di server anda statusnya masih unstable, bisa dibayangkan bisa terjadi apa-apa. Dan patch-nya harus menunggu orang yang sukarela membetulkan masalah yang terjadi itu.

3. Kerja Komunitas bukan profesional.

Beberapa software dikembangkan oleh sebuah komunitas yang mempunya tujuan khusus, jaminan dan kepercayaan kualitas produk hasil perlu dicompare dengan produk komersil yang jauh lebih mumpuni dari segala sisi.

Hati-hati dan waspada bagi anda yang punya website untuk memeriksa sekali lagi tingkat keamanan website dari tangan – tangan yang tidak bertanggung jawab. Sebuah teknik, yang mungkin ini sudah kadaluarsa, tapi patut diperhatikan oleh semua.

Teknik ini berupa memasukkan script buatan sendiri di dalam sebuah website. Segampangkah itu kita memasukkan script itu di website, iya gampang banget. Kenapa gampang banget, ok sabar dong, dijelasin satu satu ya.

1. Sebuah website hampir semua memiliki guest book (buku tamu), cari website2 yang punya feature ini, kebanyakan itu website pemerintahan, instansi, lembaga tertentu dll.

2. Test dulu, apakah dia secure atau ada hole. Caranya?
Coba anda masukkan tag – tag HTML, misal <table> di dalam salah satu field isian guest book itu.

3. Liat hasil testing,
Jika guest book ada sistem approval, bakalan sulit ngelihat.
Tapi kalau nggak ada sistem approval, kita bisa liat hasil testing kita ini.
Testing sukses jika :
tag <table> kita hilang, dan dia run menjadi tag HTML yang berjalan di pages buku tamu.
Tandanya apa, tampilan Interface web (HTML) menjadi rusak, karena script yang kita injeksi tadi.
Gagal :
Tag string <table>
ditampilkan di guest book, dan tampilan normal saja. Karena <table> ditampilkan menjadi &lt;table&gt;

4. Untuk testing yang sukses, kita bisa ngapain aja ?
a. Insert tag HTML lengkap, terserah diisi apa, yang bagus bisa yang jelek bisa
b. Insert tag Javascript, anda bisa main2 disini

5. Website mana saja yang bisa di script injection ?
Ya cari sendiri mas. Selamat mencoba.

Tidak adil dong ngasih teknik ngerusaknya, tidak ngasih teknik preventifnya.
Yang perlu dimaki di kasus ini adalah programmernya, kenapa dia membiarkan hole/lubang ini bisa terbuka untuk diserang. Programmer dibayar mahal bukan buat duduk2 doang.

Yang peru disiapkan :
1. List mana2 saja pages dimana pengguna internet bisa memasukkan data ke website kita, dan data itu disimpen ke database.

2. Buka file program , cari blok program yang menghandle data dari form (misal buku tamu) sebelum data dimasukkan di database.

3. Lakukan converter pada variable data dari form dengan mengganti tanda < menjadi &lt; dan > menjadi &gt; . Di PHP ada fungsi khusus untuk ini.

4. Cukup dengan ini saja? Iya cukup dan simple khan.

Monggo sharing2 dan cerita2nya ya……

Selama ini jika kita berurusan dengan birokrasi pemerintahan selalu saja pulang dengan muka masam diiringi rasa dongkol dan kesal. Sudah jangka waktu penyelesaiannya lama, diiringi mutu pelayanan yang jauh dari standard baku pelayanan masyarakat, serta kualitas sumber daya manusia yang tidak kompeten.

Sebenernya bukan jamannya lagi sekarang kita dibikin sibuk dengan ribetnya birokrasi, karena media dan piranti yang mensupport layanan pemerintah sekarang kebanyakan sudah menggunakan sistem elektronika, Sistem informasi, sebuah tools dibuat berdasarkan kebutuhan sistem guna mempermudah adminsitrasi dan layanan.

Visi layanan masyarakat oleh pemerintah, khususnya sebuah instansi harusnya diterapkan. Bisa kita lihat bagaimana kita mengurus KTP/KK dibandingkan kita ke customer care sebuah bank atau layanan jasa swasta. Di instansi pemerintahan kebanyakan kurang ada sense kesungguhan sebuah layanan.

Kontrol dan evaluasi, sebenernya ini yang kudu dikuatkan. Management bisa menilai sebuah layanan itu sehat dan bagus karena ada kontrol dan sistem evaluasi serta analisa masalah yang mengarah ke sistem perbaikan. Sikap dan langkah kepala instansi sangat dibutuhkan disini.

Sistem one stop service sebenernya sudah banyak diterapkan oleh banyak pemerintah, tetapi kurang dijalankan di lapangan. Meja dan birokrasi ribet masih berjalan di sana. Menyalahi aturan dasar sistem ini.

Baru – baru ini di layar kaca,  proyek Sisminbakum, atau sistem adminsitrasi badan hukum, proyek milik departemen kehakiman dan HAM indonesia terjaring masalah. Proyek sebesar lima ratusan Milyar Rupiah. Padahal kalau melihat detail spesifikasi perangkat lunaknya tidaklah terlalu kompleks.

Proyek – proyek egoverments ketika masih booming dunia internet di Indonesia, sebuah kabupaten/propinsi bisa menghabiskan milyaran rupiah hanya untuk membangun sebuah webisite.

Proyek pengadaan komputer dan periperal serta assesorisnya,  di sini ini yang lebih banyak dimainkan. Karena proses yang tidak terbuka, maka harga barang bisa dinaikkan.

Beberapa fakta telah terungkap ketika adanya sebuah Audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan, karena sebenarnya setiap proyek dan pengadaan pasti ada standard harga dan standart mutu.


Pages

Blog Stats

  • 133,952 hits

Category

Online

visitor stats
August 2017
M T W T F S S
« Jan    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031