Informatics Forum

Archive for the ‘Internet’ Category

Untuk diketahui, penulis menggunakan jasa koneksi ini ketika berinternetan dirumah.
Berikut yang bisa saya simpulkan menggunakan IM2 paket broom.
Harga Perdana : Rp.150.000,-
Abonemen : 100.000 perbulan buat ngisi pulsa
Bandwith yang saya dapet: 0 – 60 Kbps.
Modem :
Jika ambil paket modem Indosat harga modem = 1,5 Juta.
Modem wireless yang saya pakek Vodafone Huawie E200,
Beli di jakarta Rp.1.117.000,- (sekalian ongkos kirim Rp.18.000)

Jaringan yang saya dapet : GPRS, WCDMA, HSPDA.
Quota : 2 Giga (jika quota itu habis, maka kecepatan bandwith akan menurun).
Jumlah bar connection yang saya dapet : GRPS = full, WCDMA = full, HSPDA = 0 – full.
Lokasi rumah saya : Batam Center
Jam koneksi yang anjurkan : Pagi abis shubuh, diatas jam 10 malem.
Masalah : sering, apalagi jika jaringan sibuk, konek modem saja putus – putus terus. Tapi ketika sudah nyambung sulit putusnya.
Saran : Perhatikan jaringan 3G di sekitar daerah anda jika mau subscribe layanan ini.

Habis baca di http://healthsoftly.wordpress.com/, cukup kaget juga. Software sesederhana itu masih laku dipasaran. Dari sisi tampilan sangat simple dan minimalis.

Dari sisi feature sepertinya sudah mencakup bisnis puskesmas.
Jadi pengen mbuat yang edisi free dan yang bagus.

Software puskesmas, dipakai di seluruh Indonesia. Orang puskesmas tinggal download, install di PC dan siap dimainkan.

Dari milis informatika-ITS 

salam semua..
adakah yg bisa bantu sharing pengalaman soal software helpdesk management yg bagus yg biasa dipake corporate,
boleh yg license ato open source, ato klo ada yg menawarkan productnya bisa nanti di japri ke saya,
lagi cari2 ini utk keperluan membantu maintain komplain2 dari customer,
terima kasih..
Read the rest of this entry »

Anda pasti udah kenal dengan aplikasi ERP (Entreprice Resource Planning), apalagi khusus untuk anda para professional dan kalangan eksekutif di bidang industri dan manajement. Dan Anda pasti sudah kenal semacam software-software ERP seperti : SAP dari Jerman, Oracle ERP dari Oracle atau software – software lain yang dibuat sendiri oleh perusahaan.

Tapi sudahkan anda tahu bahwa implementasi dan pembangunan dari software tersebut sangat mahal dan membutuhkan budget time yang banyak. Tetapi dari kalangan open sourcer telah menyediakan sebuah tools yang bisa di download dengan gratis alias free, tetapi mungkin kurang familiar dan kurang promosi, sehingga product ERP ini kurang dikenal.

Tetapi lumayan juga untuk penerapan di kantor anda, tetapi dengan sedikit catatan, masih banyak bugs dan perlu customisasi di beberapa tempat.Ya lumayan, hitung – hitung gratis.

Oh iya lupa, link untuk downloadnya ada disini :

1. Tiny ERP, http://www.tinyerp.org/

merupakan ERP yang simple dan mudah dipelajari, menggunakan database postgreSQL. dapat berjalan di platform Linux maupun Window$. modul modulnya cukup standard (seperti ERP kebanyakan/tempo dulu) sehingga untuk yang sudah biasa menggunakan aplikasi ERP lain akan dapat dengan mudah beradaptasi. Instalasinya pun sangat mudah, apabila anda
mempunyai PC yang sudah terinstall RedHat/ Fedora Core4 (atau clone Redhat yang lain) dan tersambung ke internet, maka tinggal ketik:
# yum install tinyerp maka TinyERP akan segera terinstall. kelemahan tinyerp adalah mungkin komunitasnya yang masih kecil sehingga, kalau ada masalah agak kelabakan cari support (tentu saja kalau membeli support dari tinyERP langsung akan lain ceritanya).

2. Web ERP, http://www.weberp.org/

Ini merupakan aplikasi opensource yang lumayan, dia berbasis web PHP menggunakan database mySQL. Pertama2 makai dia sangat sederhana. Sepertinya user interface yang agak membingungkan. Banyak fitur2nya, tetapi masih banyak bugs yang di temukan di beberapa tempat. Repot juga kalu diimplementasikan di kantor, perlu beberapa customisasi di beberapa menu tampilan. Proses install mudah, tinggal download, ekstrak ke htdocs web server dan running sql filenya, udah bisa jalan.

3. Compiere, ERP dan CRM,  http://www.compiere.com/

merupakan Opensource ERP yang pertama dan paling besar komunitasnya, menggunakan databse Oracle dan Sybase, dapat berjalan di platform Linux/Unix, maupun window$. Compiere menerapkan konsep baru ERP sehingga sedikit perlu waktu untuk adaptasi, terutama bagi yang sudah terbiasa menggunakan aplikasi ERP standard. Compiere bisa diakses
secara remote maupun Web (masih versi beta). Meskipun cukup rumit pada awalnya, namun karena komunitasnya cukup besar (di indonesia bisa joint di milis indocompiere@ yahoogroups. com), sehingga dukungan support dari komunitas cukup kuat. Secara umum fituranya cukup lengkap, hanya saja untuk CRM dan Manufacturing masih sangat terbatas.

4. Adempiere, http://www.adempiere.com/

merupakan turunan dari Compiere yang dikembangkan oleh komunitas, hal ini muncul karena Compiere dipandang kurang mengakomodir keingininan komunitas. Menggunakan databse postgreSQL maupun Oracle. Karena baru saja “berpisah” dengan Compiere, maka fiturnya masih sangat mirip dengan Compiere.

5. Openbravo, http://www.openbravo.com/

merupakan turunan dari COmpiere juga, akan tetapi Full Web Base, sehingga sangat cocok untuk perusahaan yang   mempunyai banyak cabang yang berlainan kota / negara, karena mereka semua dapat mengakses system secara web base. Menggunakan databse PostgreSQL atau Oracle.  dapat berjalan di platform Linux maupun window$. Satu  kekurangan yang saya catat adalah, Openbravo meniadakan modul CRM, dan ini sangat saya sayangkan, karena meskipun CRM di Compiere cukup sederhana, namun fitur ini sangat bermanfaat.

Untuk catatan dan testimonial penggunaan ini dibutuhkan kontribusi dari teman-teman nich. Selamat mencoba barang mahal tapi gratis 😀

beberapa tulisan dikuti dari chinmi.wordpress.com

Dikutip dari milis informatika-ITS

Firdaus Efendi bertanya

Teman-teman sebenarnya P2P dengan memanfaatkan seluler itu mungkin
gak sih? Ini ceritanya di pedesaan, jadi titik pertama (puskesmas
induk ada PSTN) tapi titik kedua (puskesmas pembantu) gak ada PSTN.
Kalo dua2nya ada PSTN kan bisa titik 1 dial ke titik 2 pake modem
serial. Nah berhubung gak ada, pinginnya bisa memanfaatkan modem
GSM. Kalo ada yang pernah, kasih tau ya?

Kalo memang belum ada, kayaknya asik juga buat TA.

Jarak 2 titik itu sekitar 2km. Sebenarnya praktis pake wireless,
tapi setelah saya hitung biayanya sekitar 6jt, untuk 2 buah AP dan 2
buah antena grid. Segitu masih terlalu mahal untuk puskesmas. Lebih
milih bayar tagihan HP, apalagi setelah ada yang Rp.1/menit itu.
Koneksinya cuma 1 jam/hari untuk entri data kunjungan. Jadi cuma
Rp.60/hari = Rp.1500/bulan (25hari).

Atau ada yang bisa ngasih solusi lain?

===

Seno menjawab

Aku pernah nyobak mas. Catatan yang bisa diambil dari cobak-cobak itu
adalah : tidak semua modem (software modem) yang disediakan oleh
pabrik hand-phone yang support dial-in connection. Yang saya coba
waktu itu beberapa type hp merk Siemens, Phillips dan Nokia, ada
beberapa di antaranya yang support dial-in.

Berikut catatan berikutnya :
a. PSTN – GSM connection, kecepatan max 9600 bps
b. GSM – GSM, kecepatan max 19200 bps
c. GSM – GSM lewat GPRS, kecepatan max > 19200 bps (sorry lupa tepatnya)

Ada GSM modul yang dijual di pasaran (bukan HP) yang support dial-in
(dan support GPRS) juga, namun sayangnya tidak ada di Indonesia; dulu
aku sempat beli 1 pasang ke pabriknya untuk coba-coba; cukup canggih
juga, pemrogramannya dengan java.

Sebenarnya ada beberapa pilihan model, dua di antaranya adalah
1. dengan komunikasi serial
2. melengkapi dengan network layer (contoh IP)

Dengan model nomor 2, aplikasi lebih mudah didevelop, karena kita
sudah tidak mikirin lagi protocol komunikasinya; tinggal pilih saja
apakah kita mau jaminan bahwa data yang dikirim nyampe atau tidak.
Namun sayangnya, pilihan GSM-GSM menyebabkan bandwidthnya terbatas.
Ndak cuma itu, latency-nya juga tinggi. Nah, kalau mengandalkan
built-in network layer seperti IP maka pipa datanya akan tidak cukup.

Maka pilihannya tinggal dengan komunikasi serial. Saya dulu pernah
implementasi dengan model kirim-kiriman binary file, dengan protocol
Z-modem. Performancenya cukup bagus

Tekniknya begini :
1. cari HP dengan kabel data (biasanya dengan USB)
2. hubungkan HP tersebut dengan komputer
3. cari tahu dia terhubung dengan COM berapa, biasanya COM5 atau COM7.
Kalau di windows, ada settingnya di registry
4. coba buka terminal serial (di windows: hyperterminal)
5. coba pakai 9600bps 8N1, tekan ENTER
kalau ada respon teks banyak, maka HP tersebut mempunyai modem built-in
6. kalau diem saja; kirimkan text AT lalu enter
kalau modemnya merespon, jawabannya pasti OK; kalau keluar teks
aneh-aneh, adjust bandwidth kalau connect lagi
7. kalau mau dial ke nomor tertentu, tinggal ATDTnomortelp, mis ATDT103
8. kalau mau dial-in kirim perintah ATS0=1

source-code protocol Z-modem banyak ada di open source. Dulu dapet
dengan bahasa C

Mas Des, terus semangat !!!, bongkar-bongkar low-level ini sangat
penting. Suatu saat high-tech harus mau turun sampai level tersebut
untuk bisa membawa value untuk “the bottom of the pyramid (BOP)” –
Baca The fortune of the bottom of the pyramid karangan C.K. Prahalad
(http://en.wikipedia.org/wiki/Bottom_of_the_Pyramid)

Beribu-ribu terima kasih kepada beberapa pihak yang tergabung dalam Pilkada Group Development yang terdiri dari orang – orang yang berkompeten dan berkualitas. Taqiudin Fanani, Hari Irawan, Abu, Imam Sulaiman. Mengantarkan sebuah produk jadi yang luar biasa stabil.

Customisasi dan Product development memang susah, tapi menjadi pelajaran yang luar biasa benar buat team, demi penjualan dan running product.

Minggu – minggu yang melelahkan untuk dapat merubah template dan user interface dari program yang belom standard memang memakan waktu dan tenaga juga pikiran.

Pelajaran yang bisa diambil untuk bisa membuat dan mengkonsep product yang bermutu :

  • Analisa terlebih dahulu, skenario dan alur proses yang ada
  • Membuat dokumen penunjang dan penuntun produksi
  • Adanya template yang dinamis pada aplikasi dengan setting yang dibuat demi perubahan yang terjadi
  • Menyiapkan sumber daya yang bagus
  • Pemikiran flow bisnis yang detail dan diberikan solusi pada setiap masalah

Mungkin saya banyak belajar dari proses ini, membuat produk baru yang belum ada sebelumnya dan belum ada contoh dari orang lain.

Fresh dari ide saya sendiri dan membuat prosedur dari diri sendiri.


Pages

Blog Stats

  • 133,952 hits

Category

Online

visitor stats
August 2017
M T W T F S S
« Jan    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031