Software ERP Free Download

Anda pasti udah kenal dengan aplikasi ERP (Entreprice Resource Planning), apalagi khusus untuk anda para professional dan kalangan eksekutif di bidang industri dan manajement. Dan Anda pasti sudah kenal semacam software-software ERP seperti : SAP dari Jerman, Oracle ERP dari Oracle atau software - software lain yang dibuat sendiri oleh perusahaan.

Tapi sudahkan anda tahu bahwa implementasi dan pembangunan dari software tersebut sangat mahal dan membutuhkan budget time yang banyak. Tetapi dari kalangan open sourcer telah menyediakan sebuah tools yang bisa di download dengan gratis alias free, tetapi mungkin kurang familiar dan kurang promosi, sehingga product ERP ini kurang dikenal.

Tetapi lumayan juga untuk penerapan di kantor anda, tetapi dengan sedikit catatan, masih banyak bugs dan perlu customisasi di beberapa tempat.Ya lumayan, hitung - hitung gratis.

Oh iya lupa, link untuk downloadnya ada disini :

1. Tiny ERP, http://www.tinyerp.org/

merupakan ERP yang simple dan mudah dipelajari, menggunakan database postgreSQL. dapat berjalan di platform Linux maupun Window$. modul modulnya cukup standard (seperti ERP kebanyakan/tempo dulu) sehingga untuk yang sudah biasa menggunakan aplikasi ERP lain akan dapat dengan mudah beradaptasi. Instalasinya pun sangat mudah, apabila anda
mempunyai PC yang sudah terinstall RedHat/ Fedora Core4 (atau clone Redhat yang lain) dan tersambung ke internet, maka tinggal ketik:
# yum install tinyerp maka TinyERP akan segera terinstall. kelemahan tinyerp adalah mungkin komunitasnya yang masih kecil sehingga, kalau ada masalah agak kelabakan cari support (tentu saja kalau membeli support dari tinyERP langsung akan lain ceritanya).

2. Web ERP, http://www.weberp.org/

Ini merupakan aplikasi opensource yang lumayan, dia berbasis web PHP menggunakan database mySQL. Pertama2 makai dia sangat sederhana. Sepertinya user interface yang agak membingungkan. Banyak fitur2nya, tetapi masih banyak bugs yang di temukan di beberapa tempat. Repot juga kalu diimplementasikan di kantor, perlu beberapa customisasi di beberapa menu tampilan. Proses install mudah, tinggal download, ekstrak ke htdocs web server dan running sql filenya, udah bisa jalan.

3. Compiere, ERP dan CRM,  http://www.compiere.com/

merupakan Opensource ERP yang pertama dan paling besar komunitasnya, menggunakan databse Oracle dan Sybase, dapat berjalan di platform Linux/Unix, maupun window$. Compiere menerapkan konsep baru ERP sehingga sedikit perlu waktu untuk adaptasi, terutama bagi yang sudah terbiasa menggunakan aplikasi ERP standard. Compiere bisa diakses
secara remote maupun Web (masih versi beta). Meskipun cukup rumit pada awalnya, namun karena komunitasnya cukup besar (di indonesia bisa joint di milis indocompiere@ yahoogroups. com), sehingga dukungan support dari komunitas cukup kuat. Secara umum fituranya cukup lengkap, hanya saja untuk CRM dan Manufacturing masih sangat terbatas.

4. Adempiere, http://www.adempiere.com/

merupakan turunan dari Compiere yang dikembangkan oleh komunitas, hal ini muncul karena Compiere dipandang kurang mengakomodir keingininan komunitas. Menggunakan databse postgreSQL maupun Oracle. Karena baru saja “berpisah” dengan Compiere, maka fiturnya masih sangat mirip dengan Compiere.

5. Openbravo, http://www.openbravo.com/

merupakan turunan dari COmpiere juga, akan tetapi Full Web Base, sehingga sangat cocok untuk perusahaan yang   mempunyai banyak cabang yang berlainan kota / negara, karena mereka semua dapat mengakses system secara web base. Menggunakan databse PostgreSQL atau Oracle.  dapat berjalan di platform Linux maupun window$. Satu  kekurangan yang saya catat adalah, Openbravo meniadakan modul CRM, dan ini sangat saya sayangkan, karena meskipun CRM di Compiere cukup sederhana, namun fitur ini sangat bermanfaat.

Untuk catatan dan testimonial penggunaan ini dibutuhkan kontribusi dari teman-teman nich. Selamat mencoba barang mahal tapi gratis :D

beberapa tulisan dikuti dari chinmi.wordpress.com

Aplikasi Rekap Airport Tax/Penumpang Pesawat di Bandara

Awal Januari ini saya dan istri pergi ke Bukit Tinggi untuk keperluan keluarga, soalnya ada ponakan yang nikah, Tapi saya nggak mau bercerita tentang nikahnya ponakan saya, tapi pengen membahas sebuah software di Bandara Minangkabau Padang yang tergolong “baru” dan mungkin masih satu-satunya program yang dipakai di Bandara se-Indonesia.

A. Software Pembayaran Airport Tax

Secara umum, pembayaran Airport tax di bandara kota2 besar seperti Jakarta,  Surabaya diberikan sebuah stiker ketika penumpang melakukan check in di loket maskapai. Dan tanda terima berupa stiker yang ditempelkan di boarding pass penumpang.

Tetapi ini beda, Bandara minangkabau menyediakan sebuah loket yang dijaga oleh petugas bandara, setiap kali penumpang mau masuk ruang tunggu harus membayar terlebih dahulu di loket.Setelah penumpang bayar, dia akan memberikan sebuah tanda terima sebuah kertas kecil yang ada tanda ID berupa barcode.

Sehingga bisa dianalisa di samping irit biaya stiker dan kertas,   program ini mencerminkan manajemen yang bagus dan akuntabilitas keuangan yang tertata. Pelaporan atas pendapatan aktual harus sesuai dengan jumlah pendapatan yang ada di sistem.

Berbeda dengan sistem stiker,  akuntabilitas dan pelaporan masih bisa diragukan kebenarannya. Monitoring juga tidak ketat atas uang yang masuk dan yang keluar.

Mengingat pendapatan pada sektor ini saja bisa menyumbang pada APBD sebesar 5 - 10 Milyar setahun. Luar biasa, kalau tidak dimonitoring dengan baik, wah bisa menjadi bancaan para koruptor bandara.(semoga tidak)
B. Software Scan Kedatangan Penumpang di Ruang Tunggu Bandara

Sebenernya pertama kali ngelihat, lucu juga ngelihat aplikasi ini. Kesan proyek mengada-ada sungguh kelihatan,  soalnya program ini sepertinya dipaksakan, dan manfaatnya kurang terlihat.

Manfaatnya mungkin cuma memeriksa apakah penumpang yang akan masuk sudah bayar airport tax apa belum, soalnya setiap penumpang diharuskan melakukan scan barcode airport tax receive  ke dalam sebuah alat scan, jika program tidak mengenali atau petugas yang memeriksa mengetahui penumpang tidak punya airport tax receive, dia akan menolak penumpang itu.

Tapi secara unik, bolehlah. Saya seneng sesuatu yang unik. Tapi mind set menghambur2kan duit ini yang harus dibasmi.

Jaringan Pair to Pair pakek Cellular Network

Dikutip dari milis informatika-ITS

Firdaus Efendi bertanya

Teman-teman sebenarnya P2P dengan memanfaatkan seluler itu mungkin
gak sih? Ini ceritanya di pedesaan, jadi titik pertama (puskesmas
induk ada PSTN) tapi titik kedua (puskesmas pembantu) gak ada PSTN.
Kalo dua2nya ada PSTN kan bisa titik 1 dial ke titik 2 pake modem
serial. Nah berhubung gak ada, pinginnya bisa memanfaatkan modem
GSM. Kalo ada yang pernah, kasih tau ya?

Kalo memang belum ada, kayaknya asik juga buat TA.

Jarak 2 titik itu sekitar 2km. Sebenarnya praktis pake wireless,
tapi setelah saya hitung biayanya sekitar 6jt, untuk 2 buah AP dan 2
buah antena grid. Segitu masih terlalu mahal untuk puskesmas. Lebih
milih bayar tagihan HP, apalagi setelah ada yang Rp.1/menit itu.
Koneksinya cuma 1 jam/hari untuk entri data kunjungan. Jadi cuma
Rp.60/hari = Rp.1500/bulan (25hari).

Atau ada yang bisa ngasih solusi lain?

===

Seno menjawab

Aku pernah nyobak mas. Catatan yang bisa diambil dari cobak-cobak itu
adalah : tidak semua modem (software modem) yang disediakan oleh
pabrik hand-phone yang support dial-in connection. Yang saya coba
waktu itu beberapa type hp merk Siemens, Phillips dan Nokia, ada
beberapa di antaranya yang support dial-in.

Berikut catatan berikutnya :
a. PSTN - GSM connection, kecepatan max 9600 bps
b. GSM - GSM, kecepatan max 19200 bps
c. GSM - GSM lewat GPRS, kecepatan max > 19200 bps (sorry lupa tepatnya)

Ada GSM modul yang dijual di pasaran (bukan HP) yang support dial-in
(dan support GPRS) juga, namun sayangnya tidak ada di Indonesia; dulu
aku sempat beli 1 pasang ke pabriknya untuk coba-coba; cukup canggih
juga, pemrogramannya dengan java.

Sebenarnya ada beberapa pilihan model, dua di antaranya adalah
1. dengan komunikasi serial
2. melengkapi dengan network layer (contoh IP)

Dengan model nomor 2, aplikasi lebih mudah didevelop, karena kita
sudah tidak mikirin lagi protocol komunikasinya; tinggal pilih saja
apakah kita mau jaminan bahwa data yang dikirim nyampe atau tidak.
Namun sayangnya, pilihan GSM-GSM menyebabkan bandwidthnya terbatas.
Ndak cuma itu, latency-nya juga tinggi. Nah, kalau mengandalkan
built-in network layer seperti IP maka pipa datanya akan tidak cukup.

Maka pilihannya tinggal dengan komunikasi serial. Saya dulu pernah
implementasi dengan model kirim-kiriman binary file, dengan protocol
Z-modem. Performancenya cukup bagus

Tekniknya begini :
1. cari HP dengan kabel data (biasanya dengan USB)
2. hubungkan HP tersebut dengan komputer
3. cari tahu dia terhubung dengan COM berapa, biasanya COM5 atau COM7.
Kalau di windows, ada settingnya di registry
4. coba buka terminal serial (di windows: hyperterminal)
5. coba pakai 9600bps 8N1, tekan ENTER
kalau ada respon teks banyak, maka HP tersebut mempunyai modem built-in
6. kalau diem saja; kirimkan text AT lalu enter
kalau modemnya merespon, jawabannya pasti OK; kalau keluar teks
aneh-aneh, adjust bandwidth kalau connect lagi
7. kalau mau dial ke nomor tertentu, tinggal ATDTnomortelp, mis ATDT103
8. kalau mau dial-in kirim perintah ATS0=1

source-code protocol Z-modem banyak ada di open source. Dulu dapet
dengan bahasa C

Mas Des, terus semangat !!!, bongkar-bongkar low-level ini sangat
penting. Suatu saat high-tech harus mau turun sampai level tersebut
untuk bisa membawa value untuk “the bottom of the pyramid (BOP)” -
Baca The fortune of the bottom of the pyramid karangan C.K. Prahalad
(http://en.wikipedia.org/wiki/Bottom_of_the_Pyramid)

Nyiapin Demo program Pilkada

Beribu-ribu terima kasih kepada beberapa pihak yang tergabung dalam Pilkada Group Development yang terdiri dari orang - orang yang berkompeten dan berkualitas. Taqiudin Fanani, Hari Irawan, Abu, Imam Sulaiman. Mengantarkan sebuah produk jadi yang luar biasa stabil.

Customisasi dan Product development memang susah, tapi menjadi pelajaran yang luar biasa benar buat team, demi penjualan dan running product.

Minggu - minggu yang melelahkan untuk dapat merubah template dan user interface dari program yang belom standard memang memakan waktu dan tenaga juga pikiran.

Pelajaran yang bisa diambil untuk bisa membuat dan mengkonsep product yang bermutu :

  • Analisa terlebih dahulu, skenario dan alur proses yang ada
  • Membuat dokumen penunjang dan penuntun produksi
  • Adanya template yang dinamis pada aplikasi dengan setting yang dibuat demi perubahan yang terjadi
  • Menyiapkan sumber daya yang bagus
  • Pemikiran flow bisnis yang detail dan diberikan solusi pada setiap masalah

Mungkin saya banyak belajar dari proses ini, membuat produk baru yang belum ada sebelumnya dan belum ada contoh dari orang lain.

Fresh dari ide saya sendiri dan membuat prosedur dari diri sendiri.

SAP - PHP Connection

We know SAP, the great enterprise resource planning in the world. But very expensive budget to create and implement this software. But based on real case in some company, we have limitation in SAP, such as :

  1. SAP always charge based on user name license, whereas we know employee of company always grow and increase.
  2. If SAP implement in company that have some branches, it can be spent more budget. Because communication cost must be spent every month.
  3. Develop new business and new reports and others.

So we can analyst about cost :

  1. user license, we can reduce in this case, user license only for key processing but entry data or reporting we can user the simple application. Approximately we can reduce between 50 - 60%.
  2. Cost of communications data transfer, we must subscribe private connection (VSAT/Frame Relay/MPLS) and spent budget to create connection to communicate between head office and branch. We can user GRPS or internet monthly.
  3. Consultant service is very expensive to develop new business process/reporting, We must analyst about current and future business process, so we can plan how many spent time and cost to develop it, and if we need from outsourcing, we can analyst about our requirement.
  4. SAP complete package not always suitable with our requirement, We must understand about some feature and package, so we can choose the correct features.

Actually SAP have provided some component and library to create connection to other programming. Such as SAP dot NET (SAP NET Connector) , SAP and Java (SAP Java Connector).

But currently, Eduard Koucky created SAP Remote Function Call (SAPRFC) to call SAP function from PHP command.This library have been published in http://saprfc.sourceforge.net, you can develop SAP tools using PHP.

Installationon Windows :

- PHP running well on Apache or IIS.

- Install SAP GUI / SAP Client software (SAP GUI 6.20)
- Download API & class from http://saprfc.sourceforge.net . Extract with new directory saprfc, example : http://localhost/saprfc.

- Take file php_saprfc.dll as modul extension ( C:\\php\ext ) and add on php.ini (extension=php_saprfc.dll).

- Copy file librfc32.dll from CD installer SAP GUI to system C:\\Windows\system32.

- Restart Web Server and cek your phpinfo.

Installation on Linux

- Install Apache and PHP

- Install php_devel

- Install GNU Tools (autoconf, automake, flex, libtool, gcc, m4, make)

- Install compat-libgcc , compat-libstdc++……

- We need SAPSDK taken from CD SAP on directory Linux/Unix and found file RFC.SAR dan SAPCAR. SAPCAR is decompress file from RFC.SAR. To extract please type ./SAPCAR -xvf RFC.CAR.

- Take extract result to directory /usr/sap/rfcsdk or other alternatif on /usr/local/rfcsdk or /opt/rfcsdk based on your want to.

- Download saprfc-..tar.gz, and extract it

$ gunzip -c saprfc-$VERSION$.tar.gz | tax xf -
$ cd saprfc-$VERSION$
$ phpize
$ ./configure
$ make
$ make install

- Restart Apache and check phpinfo

(phpug.or.id)